Jumat, 05 Juli 2013

Cara menginstall dan compile Nintendo emulator FCEUX di Linux

FCEUX on my old Ubuntu.
FCEUX on my Linux Mint Debian Edition

FCEUX adalah emulator bagi console Nintendo Entertaintment System (NES), Famicom (Family Computer), FDS (Famicom DIsk System), emulator ini adalah hasil merger dari beragam fork FCEU lainya. Pada awalnya FCEUX adalah emulator bagi NES pada platform selain Windows, masih berupa console program yang tidak mempunyai gui dan harus dijalankan pada console/terminal emulator, setelah beberapa tahun kemudian akhirnya diciptakan sebuah GUI yang menjadi bagian dari programnya yang bukan merupakan front-end saja. GUI ini dinamakan tadinya gfceux (gnome) tapi akhirnya di merge dan menjadi port dari program FCEUX yang berbasis grafis. FCEUX adalah sebuah emulator yang open source dan multi platform, mempunyai kemampuan merekam video, cheat dan lain sebagainya.

Pada beberapa distro Linux, menginstall FCEUX dapat dengan mudah dilakukan dengan mengetik pada console untuk menginstall program ini (apt, pacman, yum, dsb) atau melalui program penginstall package misalnya synaptic (pada Debian based distro). Tapi kita dapat juga untuk menginstallnya melalui sourcenya, sebelumnya kita sudah harus menginstall compiler seperti gcc atapun sejenisnya. Saya menggunakan Linux Mint Debian Edition, perintah yang saya jalankan kira - kira seperti ini:

Install FCEUX di LMDE/Debian

Install dependensi dan gcc:
sudo apt-get install scons libsdl1.2-dev subversion libgtk2.0-dev
Kemudian ketik perintah ini pada console:
svn checkout svn://svn.code.sf.net/p/fceultra/code/fceu/trunk fceultra-code/fceu
Masuk ke derectory source code:
cd fceultra-code/fceu
Install dan compile:
sudo scons install --prefix=/usr

Sabtu, 31 Desember 2011

Perkenalan saya dengan Emulator

Nintendo Entertainment System (NES) adalah sebuah console game buatang Nintendo yang pertama kali saya kenal. Walaupun setelahnya saya akhirnya mengenal console yang lebih dulu dari NES yaitu ATARI. Dulu saya biasa memainkan game - game 8-bit dari console ini dengan teman. Game - game yang masih ada dalam ingatan adalah Super Mario Bros, S uper Mario Bros 3, Contra, The Legend of Kage, Ninja Gaiden, Tetris, Spelunker, Adventure Island, Kung-Fu, Ice Climber, Battle Tank, Street Fighter, dsb. Saya akhirnya senang sekali setelah dibelikan oleh orang tua saya console game ini. Setelah beberapa tahun akhirnya conlsole ini tergantikan oleh sejumlah console yang lebih baru seperti SNES dan Sega Mega Drive, yang sayangnya saya tidak mengikutinya sampai dengan keluarnya console - console 32-bit diantaranya Playstation.

Emulator
Walaupun saya sebenarnya juga merasakan game pada platforf PC, sejak Personal Computer masih berbasis text mode dan DOS (saya masih ingat memainkan game - game seperti digger, moonbugs, apollo18, train, sokoban,dll) :) . Yang akhirnya berkembang menuju komputer yang bersistem operasi keluaran Microsoft. Saya penasaran bisakah hardware komputer yang lebih kuat ini mengemulasikan hardware dari old console game. Perkenalan saya dengan program emulator pertamakali justru dengan ZSNES, sebuah program emulator console SNES yang pada waktu itu masih under DOS. Saya mainkan pada computer Pentium saya yang ber-OS Windows 95. Setelahnya saya akhirnya 'berkenalan' juga dengan Nesticle emulator bagi console NES. Saya sangat kagum dengan performa dari keduanya, yang 'hampir' mendekati mesin aslinya., bahkan dengan mesin yang ada saat itu (processor 486). Jadi itulah mungkin sedikit pengalaman saya berkenalan dengan dunia emulator.

Screenshot ZSNES

ZSNES!










ZSNES gui, loading Super Mario All Stars.












Super Mario All Stars!







Screenshot Nesticle
Nesticle








Super Mario Bros














Picture of ZSNES and nesticle from http://www.en.wikipedia.org
Screenshoot of nesticle from http://bloodlust.zophar.net/Nesticle/nes.html